Dia menambahkan, AS membanjiri pasar dengan minyak serpih sehingga harga minyak jatuh. Venezuela dan Rusia dianggap sebagai negara yang paling terpukul dari jatuhnya harga minyak. Harga minyak Venezuela di pasar ekspor anjlok hingga setengahnya pada paruh kedua tahun 2014 menjadi 48 dollar AS per barel

Harga minyak semakin merosot karena suplai melimpah. Produksi minyak Rusia bulan Desember naik 0,3 persen ke rekor tertinggi 10,67 juta barel per hari. Di sisi lain, aktivitas manufaktur Eropa dan China bulan Desember.

Perang AS dan OPEC, Penyebab Turunnya Harga Minyak

Kamis, 01 Januari 20151komentar

Turunnya Harga Minyak

Seiring dengan perang harga antara Amerika Serikat (AS) dan Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC), penurunan terbesar minyak mentah sejak tahun 2008.
 
Anjloknya harga minyak mengguncang pasar mulai dari ruble Rusia hingga naira Nigeria dan mengecilkan anggaran pemerintah di negara-negara produsen seperti Venezuela dan Ekuador. Namun turunnya harga minyak juga telah meningkatkan cadangan minyak mentah darurat milik China dan membantu memperkecil subsidi bahan bakar di India dan Indonesia.

"Untuk tahun ini, faktor terbesar yang menggiring harga minyak turun adalah produksi minyak shale AS yang diikuti oleh perang harga," kata analis komoditas di Samsung Futures Inc., Hong Sung Ki, seperti dikutip dalam Okezone.com, Kamis (1/1).

Minyak berjangka turun 1,4% di New York, dan menyebabkan kerugian 46% pada 2014. Cadangan minyak mentah Amerika pada saat ini diperkirakan naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. (ws/ok)
Share Artikel :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

 
Support : Mahayuge | Creating Website
Copyright © 2015. Minyak dan Gas Bumi